Welcome in My Blog Novianti Artriani

Kamis, 06 Juni 2013

Hakikat pembelajaran IPS SD



Hakikat Pembelajaran IPS SD


2.1 Definisi Pembelajaran IPS
Setiap pengajar seyogyanya mengetahui dan menghayati sepenuhnya mengapa ia mengajar sesuatu mata pelajaran tertentu. Begitu juga dengan pengajar IPS, untuk menghindari dari “pertukangan” maka membelajarkan peserta didik seharusnya dilakukan secara berwawasan.
Secara sederhana IPS ada yang mengartikan sebagai studi tentang manusia yang dipelajari oleh anak didikdi tingkat sekolah dasar dan menengah. IPS sering disebut dengan istilah Social Education dan Social Learning. Kedua istilah tersebut menurut Cheppy lebih menitik beratkan kepada berbagai pengalaman di sekolah yang dipandang dapat membantu anak didituntut lebih mampu bergaul di tengah-tengah masyarakat.
Istilah IlmuPengetahuan Sosial (IPS) dan keberadaannyha dalam kurikulum persekolahan di Indonesia tidak lepas dari perkembangan dan keberadaan Social studies(Studi Sosial) di Amerika Serikat. Oleh karenanya gerakan dan paham social studies di Amerika banyak mempengaruhi pemikiran mengenai Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Indonesia.
IPS dapat diartikan dengan “penelaahan atau kajian tentang masyarakat”. Dalam mengkaji masyarakat, guru dapat melakukan kajian dari berbagai perspektif sosial, seperti kajian melalui pengajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, politik-pemerintahan, dan aspek psikologi sosial yang disederhanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Untuk memperoleh gambaran yang lebih luas tentang IPS, maka penting untuk dikemukakan beberapa pengertian social studies dan IPS menurut
para ahli.
• Edgar B Wesley menyatakan bahwa social studies are the social sciences simplified for paedagogieal purposes in school. The social studies consist of geografy history, economic, sociology, civics and various combination of these subjects.
• John Jarolimek mengemukakan bahwa The social studies as a part of
elementary school curriculum draw subject-matter content from the social science, history, sociology, political science, social psychology,
philosophy, antropology, and economic. The social studies have been
defined as “ those portion of the social science… selected for instructional purposes”
Demikian beberapa pengertian yang dikembangkan di Amerika Serikat oleh beberapa tokoh pendidikan terkenal. Pengembangan IPS di Indonesia banyak mengambil ide-ide dasar dari pendapat-pendapat yang dikembangkan di Amerika Serikat tersebut. Tujuan, materi, dan penanganannya dikembangkan sendiri sesuai dengan tujuan nasional dan aspirasi masyarakat Indonesia. Hal ini didasarkan pada realitas, gejala, dan problem sosial yang menjadi kajian IPS yang tidak sama dengan negara-negara lain. Setiap negara memiliki perkembangan dan model pengembangan social studies yang berbeda.
Berikut pengertian IPS yang dikemukakan oleh beberapa ahli pendidikan dan IPS di Indonesia.
• Moeljono Cokrodikardjo mengemukakan bahwa IPS adalah perwujudan
dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. Ia merupakan
integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi
budaya, psikologi, sejarah, geokrafi, ekonomi, ilmu politik dan ekologi
manusia, yang diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi
dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari.
• Nu’man Soemantri menyatakan bahwa IPS merupakan pelajaran ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk pendidikan tingkat SD, SLTP, dan
SLTA. Penyederhanaan mengandung arti: a) menurunkan tingkat
kesukaran ilmu-ilmu sosial yang biasanya dipelajari di universitas menjadi
pelajaran yang sesuai dengan kematangan berfikir siswa siswi sekolah
dasar dan lanjutan, b) mempertautkan dan memadukan bahan aneka
cabang ilmu-ilmu sosial dan kehidupan masyarakat sehingga menjadi
pelajaran yang mudah dicerna.
• S. Nasution mendefinisikan IPS sebagai pelajaran yang merupakan fusi
atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS
merupakan bagian kurikulum sekolah yang berhubungan dengan peran
manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek sejarah,
ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.
• Tim IKIP Surabaya mengemukakan bahwa IPS merupakan bidang studi
yang menghormati, mempelajari, mengolah, dan membahas hal-hal yang
berhubungan dengan masalah-masalah human relationship hingga benarbenar dapat dipahami dan diperoleh pemecahannya. Penyajiannya harus merupakan bentuk yang terpadu dari berbagai ilmu sosial yang telah terpilih, kemudian disederhanakan sesuai dengan kepentingan sekolahsekolah.
Studi Sosial bukan merupakan bidang keilmuan atau disiplin bidang akademis, melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian tentang gejala dan masalaj social. Dalam kerangka kerja pengkajian studi social menggunakan bidang-bidang keilmuan yang termasuk bidang-bidang ilmu social.
Tugas studi social sebagai suatu bidang studi mulai dari tingkat sekolah dasar sampai ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, dengan tujuan membina warga masyarakat yang mampu menyelaraskan kehidupannya berdasarkan kekuatan-kekuatan fisik dan social, serta membantu melahirkan kemampuan memecahkan masalah-masalah social yang dihadapinya
Ilmu pengetahuan Sosial
Ilmu-ilmu Sosial
Mengkaji padamasalah-masalah yang terjadi di masyarakat
Suatu disiplin ilmu
Menggunakan pendekatan multidisiplin atau interdisiplin
Mengguna pendekatan disiplin ilmu atau monodisiplin
IPS dirancang untuk kepentingan kependidikan oleh karena itu, keberadaan IPS lebih memfokuskan pada dunia persekolahan
Ilmu-ilmu social keberadaannya bias di sunia persekolahan, perguruan tinggi atau dipelajari di masyarakat umum
Dengan demikian, IPS bukan ilmu sosial dan pembelajaran IPS yang dilaksanakan baik pada pendidikan dasar maupun pada pendidikan tinggi tidak menekankan pada aspek teoritis keilmuannya, tetapi aspek praktis dalam mempelajari, menelaah, mengkaji gejala, dan masalah sosial masyarakat, yang bobot dan keluasannya disesuaikan dengan jenjang pendidikan masingmasing. Kajian tentang masyarakat dalam IPS dapat dilakukan dalam lingkungan yang terbatas, yaitu lingkungan sekitar sekolah atau siswa dan siswi atau dalam lingkungan yang luas, yaitu lingkungan negara lain, baik yang ada di masa sekarang maupun di masa lampau. Dengan demikian siswa dan siswi yang mempelajari IPS dapat menghayati masa sekarang dengan dibekali pengetahuan tentang masa lampau umat manusia.
Dengan bertolak dari uraian di depan, kegiatan belajar mengajar IPS membahas manusia dengan lingkungannya dari berbagai sudut ilmu sosial pada masa lampau, sekarang, dan masa mendatang, baik pada lingkungan yang dekat maupun lingkungan yang jauh dari siswa dan siswi. Oleh karena itu, guru IPS harus sungguh-sungguh memahami apa dan bagaimana bidang studi IPS itu.

2.2     Rasional Pembelajaran IPS
Manusia sebagai salah satu makhluk ciptaan Tuhan YME yang menjadi penghuni di permukaan plane tbumi ini,yang senantiasa berhadapan atau berhubungan dengan dimensi-dimensi ruang, waktu dan berbagai bentuk kebutuhan (Needs) serta berbagai bentuk peristiwa baik dalam sekala individual maupun dalam skala kelompok (satuan social). Berkenaan dengan sebagian dari hakikat dari makhluk manusia tadi, dan kemudian dihadapkan pada beberapa disiplin ilmu social, maka tentu saja terdapat relasi, relevansi dan fungsi yang cukup signifikan. Dimensi ruang (permukaan bumi) dengan segala fenomenannya, sangat relevan menjadi objek atau kajian geografi. Sedangkan dimensi manusia baik dalam skala individual maupun dalam skala kelompok (masyarakat dan satuan social lainnya) sangat relevan menjadi bahan kajian atau telaah disiplin sosiologi dan psikologi social. Kemudian dimensi waktu dan peristiwa-peristiwa yang dialami manusia dari waktu ke waktu sangat relevan menjadi objek /bahan kajian bagi disiplin ilmu sejarah.sedangkan dimensi kebutuhan (needs) yang senantiasa memiliki karakteristik atau sifat keterbatasan(kelangkaan) sangat tepat menjadi objek kajian bagi disiplin ilmu ekonomi..
Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)  berkualitas di era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini harus bersamaan dengan pengembangan nilai-nilai. Dengan pengembangan nilai-nilai tersebut diharapkan sumber daya manusia Indonesia memiliki pengetahuan, keterampilan, kpedulian, kesadaran, dan tanggungjawab sosial yang tinggi terhadap masyarakat, bangsa, dan negaranya bagi pengembangan kini dan mendatang. Nilai-nilai tersebut menurut Nutrsid Sumaatmadja (1997), yaitu sebagai berikut:
a.          Nilai Edukatif
Dalam proses peningkatan perilaku sosial melalui pembinaan nilai edukatif, tidak hanya terbatas pada perilaku kognitif, melainkan lebih mendalam lagi berkenaan dengan perilaku afektifnya. Melalui pendidikan IPS perasaan, kesadaran, penghayatan, sikap, kepedulian, dan tanggung jawab sosial peserta didik ditingkatkan. Kepedulian dan tanggungjawab sosial secara nyata dikembangkan dalam pendidikan IPS untuk mengubah perilaku peserta didik bekerja sama, gotong royong, dan membantu pihak-pihak yang membutuhkan.
b.         Nilai Praktis
Pendidikan dianggap tidak memiliki makna yang baik jika tidak memiliki nilai yang praktis dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pokok bahasan IPS itu harusnya digali dari krhidupan sehari-hari. Dalam hal ini, nilai praktis itu disesuaikan dengan tingkat usia dan kegiatan peserta didik sehari-hari. Pembelajaran pada pendidikan IPS tersebut diproses secara menarik, tidak terlepas dari kehidupaan sehari-hari dan secara langsung ataupun tidak langsung memiliki nilai praktis.
c.          Nilai Teoritis
Peserta didik dibina dan dikembangkan daya nalarnya ke arah dorongan mengetahui sendiri kenyataan (sense of reality) dan dorongan menggali sendiri di lapangan (sense of discovery). Dengan demikian, kemampuan mereka mengajukan “hipotesis” dan dugaan-dugaan terhadap suatu persoalan juga berkembang. Dengan kata lain, kemampuan mereka dalam “berteori” dibina dan dikembangkan dalam pendidikan IPS ini.
Nilai Filsafat
Pembahasan ruang lingkup IPS secara bertahap dan keseluruhan sesuai dengan perkembangan kemampuan peserta didik, dapat mengembangkan kesadaran mereka selaku anggota masyarakat atau sebagai makhluk sosial.
e.          Nilai Ketuhanan
Pendidikan IPS dengan ruang lingkup dan aspek kgehidupan sosial yang luas cakupannya menjadi landasan yang kuat bagi penanaman dan pengembangan nilai ketuhanan yang menjadi kunci kebahagiaan kita baik lahir maupun batin.
2.3  Tujuan Pembelajaran IPS
IPS sebagai suatu progam pendidikan tidak hanya menyajikan tentang konsep-konsep pengetahuan semata, namun harus pula mampu membina peserhta didik menjadi warga Negara dan warga masyarakat yang tau akan hak dan kewajibannya, yang juga memiliki atas kesejahteraan bersama yang seluas-luasnya. Oleh karena itu peserta didik yang dibina melalui IPS tidak hanya memiliki pengetahuan dan kemampuan berfikir tinggi, namun peserta didik diharapkan pula memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi terhadap diri dan lingkungannya.
Sebagai bidang pengetahuan, ruang lingkup IPS dapat terlihat nyata dari tujuannnya. Di sepanjang sejarahnya selama ini IPS memiliki 5 tujuan yang penjelasannya sebagai berikut:
IPS mempersiapkan siswa untuk studi lanjut dibidang social sciences jika ia nantinya masuk ke perguruan tinggi.untuk itu maka pelajara seperti sejarah, geografi, ekonomi dan antropologi budaya harusnya diberikan lepas-lepas sebagai vak tersendiri.
IPS yang bertujuan mendidik kewarganegaraan yang baik, mata pelajaran yang disajikan oleh guru sekaligus harus ditempatkan dalam konteks budaya melalui pengolahan secara ilmiah dan sikologis yang tepat.
IPS yang hakikatnya merupakan kompromi antara satudan dua tersebut di atas inilah yang kita temukan dalam definisi IPS, sebagai “suatu penyederhanaan dan penyaringan terhadap ilmu-ilmu social, yang penyajiannya di sekolah disesuaikan dengan kemampuan guru dan daya tangkap peserta didik
IPS yang mempelajari closed area atau masalah-masalah social yang pantanbg untuk dibicarakan di muka umum.bahannya menyangkut macam-macam pengetahuan dari ekonomi sampai politik, dari yang social sampai cultural. Dengan cara ini, siswa dilatih berfikir demokratis
Menurut pedoman khusus bidang studi IPS, tujuan bidang studi tersebut yaitu dengan materi yang dipilih disaring dan disinkronkan kembali maka sasaran seluruh kegiaran belajar dan pembelajaran IPS mengarah pada 2 hal. Yaitu:
Pembinaan warga Negara Indonesia atas dasar moral pancasila/ UUD 1945, nilai-nilai dan sikap hidup yang dikandung oleh Pancasila/ UUD 1945 secara sadar dan intensif ditanamkan pada siswa sehingga terpupuk kemauan dan tekad untuk hidup bertanggung jawab demi keselamatan diri,bangsa,Negara dan tanah air.
Sikap sosial yang rasional dalam kehidupan. Untuk dapat memahami dan selanjutnya mampu memecahkan masalah-masalah social perlu ada pandangan terbuka dan rasional. Dengan berani dan sanggup melihat kenyataan yang ada, akan terlihat segala persoalan dan akan dapat  ditemukan jalan memecahkannya. Termasuk pula kenyataan menurut sejarah perjuangan bangsa bahwa pancasila adalah falsafah hidup yang menyelamatkan bangsa dan menjamin kesejahteraan hidup kita bersama
v      Karakteristik Mata Kuliah Konsep dasar IPS
Tujuan utama setiap pembelajaran Ilmu Sosial adalah membentuk warga Negara yang baik, demikian pula halnya Ilmu Pengetahuan Sosial, sebagai suatu program pendidikan juga memiliki tujuan yang sama yaitu memebentuk warga Negara yang baik. Namun, dalam proses penyajiannya IPS memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dengan dengan karakteristik Ilmu Sosial yang ada walaupun demikian, keberadaan Ilmu-ilmu Sosial tidak dapat terpisahkan dari IPS karena konsep-komsep Ilmu-ilmu social merupakan sumber utama bagi pengembangan materi pembelajaran program IPS.
Sebagai program pendidikan IPS yang layak harus mampu memberikan berbagai pengertian yang mendasar, melatih berbagai ketrampilan, serta mengembangkan sikap moral yang dibutuhkan agar peserta didik menjadi warga masyarakat yang berguna, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Ketiga aspek yang dikaji dalam proses pendidikan Ilmu Pengetahuan social (memberikan berbagai pengertian yang mendasar, melatih berbagai ketrampilan, serta mengembangkan sikap moral yang dibutuhkan ) merupakan karakteristik IPS sendiri. Berikut adalah karakteristik pengembangan tujuan pengajaran IPS sebagai tujuan jangka panjang, yaitu:
Berbagai pengertian yang selayaknya dimiliki oleh setiap peserta didik melalui programpendidikan IPS, antara lain:
Aspek-aspek utama dalam lingkungan keluarga
Aspek-aspek utama dari lingkungan social
Aspek-aspek utama dari lingkungan alam sekitar
Kesalingtergantungan di antara Individu, masyarakat bangsa dan Negara
Berbagai upaya manusia beradaptasi dan bekerjasama dalam pelestarian lingkungan
Berbagai cara manusia memerintah dan diperintah
Berbagai fungsi control social dalam kelompok
Hubungan timbale balik antara individu dan masyarakat
Berbagai cara manusia memenuhi kebutuhan dasarnya, baik ekonomi, social, budaya dan lainnya.
Perkembangan-perkembangan utama dari peradaban manusia
Sifat-sifat yang membentuk kepribadian manusia
Perkembangan sikap, nilai, dan moral sebagai warga masyarakat dan negara
Berbagai ketrampilan yang harus dikembangkan melalui program pendidikan IPS antaralain berikut ini
Berpikir kritis
Menganalisis dan memecahkan masalah
Menentukan dan mengumpulkan informas ata data
Mampu mengorganisasikan dan menilai secara logis
Mambacasan mendengarkan untuk mengerti secar nalar
Berbicar dan menulisyang sistematis
Menginterpretasikan atau membacapeta globe,bagan, statistic, dan grafik secara akurat.
Menggunakan konsep ruang dan waktu
Ikut dalam kegiatan kelompok
Berbagai sikap moral yang harus dikembangkan dalam proses pembelajaran pendidikan IPS, antara lain berikut ini
Menghargai harkat sesame individu
Yakin adanya persamaankesempatan dalam berbagaihal bagi semua orang
Menjunjung tinggi supremasi hokum
Bekerja sama demi kebahagiaan bersama
Bersedia membuktikan tanggung jawab sebagai warga Negara
Yakin akan perlunya demokrasi
Yakin bahwamanusia mampu mengatur dirinya sendiri
Yakin bahwa problema sosila mampu dipecahkan melalui pemikiran kritis
Yakin akan masa depan yang lebih baik
Yakin mampu menghadapi arus globalisasi secara positif
Karakteristik IPS yang lain juga ada pada pendekatan pengembangan bahan pembelajaran IPS, dalam rangka menjawab permasalahan-permasalahan yang sering muncul dalam proses pembelajaran.berikut ini penjelasan mengenai berbagai pendekatan pembelajaran IPS, antara lain:
Separated Subject
Pengorganisasian kegiatan pembelajaran dalam bentuk bagian-bagian yang terpisah antara satu dengan yang lain. Masing-masing bagian disertai dengan satu kesatuan waktu yang terpisah. Bahan disajikan secara terpisah dan berbeda dengan bagian-baguan yang lain. Proses pembelajran semacam ini dapat kita temukan pada sekoahlanjut tingkat atas atau SLTA, dan tingkat perguruan tinggi.
Correlation of Subject
Suatu modifikasi dari bentuk pendekatan separated subject dikenalsebagai pendekatan correlation of subject. Melalui pendekatan ini, sebagai pengajaran music, misalnya atau suatu wacana, dapat dihubungkan denagn konsep-konsep yang adadalam IPS. Masalah pemilihan bacaan yang dapat dikaitkan dengan topic-topik IPS, hendaknya diseleksi sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, serta pengaturan waktu yang telah ada.
Dengan perencanaan yang seperti ini, diharapkan akan dapat dihindari pemisahan subjek-subjek yang ada, namun tetap menunjukkan antar hubungan antara ilmu-ilmu social yang ada.
Integration of Fusion
Pada sisi yang lain sering kita saksikan para pembelajar kurang mampu mengetahui batas-batas yang ada di antar berbagai subjek sehingga seolah-olah kabur.Nilai utamadigunakannya pendekatan ini adalah dengan digunakannya seluruh subjek untuk meningkatkan proses pembelajaran.Namun, kelemahan yang sering pula Nampak adalah apabila guru terlalu bertumpu atau terlalu mendasarkan pada suatu subjek tertentu,dan kurang memperhatikan keterampilan mengajarnya.Apabila hal ini terjadi maka bahasan dapat mengahambat IPS karena alokasi waktu yang sedikit, terutama untuk mengembangkan kreatifitas-kreatifitas yang dipersyaratkan proses pembelajaran tersebut.

PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Ilmu Pengethauan Sosial (IPS) bukan merupakan suatu bidang keilmuan atau disiplin bidang akademis, melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian tentang gejala dan masalah social. Dalam kerangka kerja pengkajiannya Ilmu Pengethuan Sosial (IPS) menggunakan bidang-bidang keilmuan yang termasuk bidang-bidang ilmu sosial.
Kerangka kerja Ilmu Pengethuan Sosial (IPS) tidak menekankan pada bidang teoritis, tetapi lebih kepada bidang-bidang praktis dalam memepelajari gejala dan masalah-masalah social yang terdapat di lingkungan masyarakat. Studi social tidak terlalu akademis- teoritis, namun merupakan satu pengethuan praktis yang dapat diajarkan pada tingkat persekolahan, yaitu mulai tingkat SD samapai perguruan tinggi. Demikian pula pendekatan yang digunakan Ilmu Pengethuan Sosial sangat berbeda denganpendekatan yang biasa fdigunakan dalam Ilmu Sosial. Pendekatan Ilmu Pengetahuan social bersifat interdisipliner atau bersifat multidisipliner dengan menggunakan berbagai budang keilmuan, sedangkan pendekatan yang digunakan dalam Ilmu Soaial (Socila Science) bersifat disipliner dari bidang ilmunya masing-masing.
3.2  Saran
Pembelajaran IPS di sekolah dasar seyogyanya dapat dibelajarkan pada peserta didik dengan baik dan tepat karena sebagai bidang pendidikan IPS tidak hanya membekali peserta didik dengan pengethuan social, melainkan lebih jauh daripada berupaya membina dan mengembangkan mereka menjadi SDM Indonesia yang berketrampilan social dan intelektual sebagai warga Negara yang memiliki perhatian serta kepedulian social yang bertanggung jawab merealisasikan tujuan nasional. Selain itu, kehidupan peserta didik di masyarakat dan dalam bermasyarakat yang terus berkembang, menjadi landasan bagi pengembanganIPS sebagai bidang pendidikan sesuai dengan tuntutan perubahan serta kemajuan kehidupan peserta didik tersebut.

 DAFTAR RUJUKAN

Chandra, Agus. Rasional Pembelajaran IPS, (Online),http://aguschandra.com/page/2/?s=rasional+pembelajaran+ips&cat=plus-5-result, (diakses tanggal 31 Agustus 2012).
Sumaatmadja, Nursid dkk. 2003.   Konsep Dasar IPS. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional.
Massofa.Pengertian ruang lingkup dan tujuan IPS, (Online),http://massofa.wordpress.com/2010/12/09/pengertian-ruang-lingkup-dan-tujuan-ips/, (diakses tanggal 30 Agustus 2012).
Oktaseji. Konsep Dasar IPS dan Ilmu-Ilmu Sosial dalam Pembelajaran, (Online),http://oktaseiji.wordpress.com/2011/04/24/konsep-dasar-ips-dan-ilmu-ilmu-sosial-dalam-pembelajaran/, (diakses tanggal 30 Agustus 2012).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar